Baca percakapan sex dating sites for rock music lovers

Baca juga: Namun, benarkah alasan laki-laki melakukan mansplaining hanya berdasarkan intensi mendominasi perempuan?

Deborah Tannen, ahli linguistik dari Georgetown University dan penulis buku You Just Don’t Understand (1990) menyebutkan faktor lain yang mendorong langgengnya mansplaining.

Terkait perilaku interupsi laki-laki terhadap perempuan ini, Don Zimmerman and Candace West, pakar sosiologi dari University of California melakukan riset dengan membuat 31 simulasi percakapan.

Ada dua hal yang membuat Goble dipandang demikian: ia seorang perempuan dan ia adalah seorang kulit hitam.

Dilansir The Economist, Soraya Chemaly—penulis, feminis, dan direktur Women's Media Center Speech Project—menyatakan, mansplaining terjadi akibat kepercayaan diri laki-laki yang berlebihan.

Lebih lanjut, dari kacamata Chemaly, perilaku seksis ini sudah mengakar secara budaya di mana laki-laki ditempatkan di posisi yang lebih dominan.

Baik dalam aksi interupsi, tidak mengizinkan perempuan berbicara, maupun penjelasan laki-laki kepada perempuan tentang hal yang sudah diketahuinya, tersemat satu pesan yang sama: seksisme masih merajalela.

Lantaran perempuan lebih diasosiasikan dengan sesuatu yang emosional dan dianggap tak lebih piawai atau cerdas daripada laki-laki, sering kali mereka mengalami perlakuan tidak adil, bahkan merendahkan.

Leave a Reply